KOMODITAS

AgriKal — Komoditas Pertanian Kalidengen

Informasi 4 jenis komoditas utama yang dibudidayakan di Kalidengen I & II, hasil observasi lapangan Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2026.

TENTANG AGRIKAL

Digitalisasi Informasi Komoditas Pertanian

Mengenalkan komoditas pertanian lokal beserta kategori, deskripsi, cara panen, waktu panen, dan manfaatnya — untuk dokumentasi desa dan pengetahuan warga.

AgriKal merupakan media informasi digital yang menyajikan informasi mengenai komoditas pertanian yang dibudidayakan di Kalidengen I dan Kalidengen II. Melalui AgriKal, masyarakat dapat mengenal berbagai komoditas pertanian beserta informasi mengenai kategori, deskripsi, cara panen, waktu panen, dan manfaat dari setiap komoditas.

Cakupan data: observasi awal ini hanya mencakup Dusun Kalidengen I & II. Sidatan akan ditambahkan pada periode observasi berikutnya.

🌾 KELOMPOK 1

Tanaman Pangan (Palawija)

Tanaman pangan (palawija) merupakan kelompok tanaman yang dibudidayakan sebagai sumber pangan selain padi. Komoditas palawija memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan banyak dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat maupun bahan baku industri. Di Kalidengen I dan II, komoditas palawija yang banyak dibudidayakan adalah jagung dan singkong.

Tanaman Pangan (Palawija)

Jagung

Zea mays L.

Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Kalidengen I dan II. Selain dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, jagung juga digunakan sebagai pakan ternak dan bahan baku berbagai industri pangan. Tanaman ini tumbuh optimal pada lahan yang mendapatkan sinar matahari penuh dengan kondisi tanah yang subur dan memiliki drainase yang baik.

Cara Panen
Jagung dipanen dengan memetik tongkol yang telah matang dari batang tanaman. Setelah dipanen, tongkol dapat dikupas dan dikeringkan sebelum disimpan atau dipasarkan.
Waktu Panen
90–110 hari setelah tanam (HST).

Manfaat

  • Sumber karbohidrat.
  • Bahan pakan ternak.
  • Bahan baku industri pangan.
  • Diolah menjadi berbagai produk makanan.
Tanaman Pangan (Palawija)

Singkong

Manihot esculenta Crantz

Singkong merupakan tanaman pangan yang menghasilkan umbi sebagai sumber karbohidrat. Tanaman ini mudah dibudidayakan pada berbagai jenis tanah serta memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan. Umbi singkong dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri, sedangkan daunnya dapat dikonsumsi sebagai sayuran.

Cara Panen
Singkong dipanen dengan mencabut batang atau menggali tanah di sekitar tanaman secara hati-hati agar umbi tidak rusak. Setelah dipanen, umbi dibersihkan dari sisa tanah sebelum dipasarkan atau diolah.
Waktu Panen
8–12 bulan setelah tanam.

Manfaat

  • Sumber karbohidrat.
  • Bahan baku tepung tapioka.
  • Diolah menjadi keripik dan berbagai produk pangan.
  • Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran.
🌱 KELOMPOK 2

Hortikultura

Hortikultura merupakan kelompok tanaman yang mencakup sayuran, buah-buahan, tanaman obat, dan tanaman hias. Komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Di Kalidengen I dan II, komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan meliputi cabai dan melon.

Hortikultura (Sayuran)

Cabai

Capsicum annuum L.

Cabai merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Tanaman ini memerlukan perawatan yang baik, seperti penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit agar menghasilkan buah yang berkualitas.

Cara Panen
Cabai dipetik secara manual menggunakan tangan atau gunting panen saat buah telah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tanaman tetap produktif.
Waktu Panen
75–90 hari setelah tanam (HST), kemudian dapat dipanen setiap 3–7 hari sekali.

Manfaat

  • Bumbu masakan.
  • Bahan baku produk olahan pangan.
  • Mengandung vitamin A dan vitamin C.
  • Memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Hortikultura (Buah)

Melon

Cucumis melo L.

Melon merupakan tanaman hortikultura buah yang memiliki rasa manis, aroma khas, dan kandungan air yang tinggi. Tanaman ini membutuhkan penyinaran matahari yang cukup serta perawatan yang baik agar menghasilkan buah dengan kualitas optimal.

Cara Panen
Melon dipanen dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting atau pisau tajam ketika buah telah mencapai tingkat kematangan yang sesuai.
Waktu Panen
55–80 hari setelah tanam (HST).

Manfaat

  • Dikonsumsi sebagai buah segar.
  • Mengandung vitamin A dan vitamin C.
  • Membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  • Memiliki nilai jual yang tinggi.

Referensi

Hasil observasi lapangan dan wawancara di Kalidengen I dan Kalidengen II selama pelaksanaan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Tahun 2026.